Rabu, 05 Agustus 2009

tanpa terasa tak ada keterangan siang, hanya ditemani gelapnya malam

hatiku terasa tak ada teman

yang ada hanya tangisan, gundah dan kesepian

apa tanpa hadirmu?
dalam hatimu, apakah ada cahaya cinta dan ruang untukku selalu ...

jika aku mengenang saat indah bersamamu

aku takut!

kau melupakan saat indah itu

beranjak pergi dari mimpiku

namun..

aku teramat mencintaimu

tak ingin

hilang dari cintaku

kalau saja cerita ini untukq

Kalau saja ada hujan bisa menghilangkan semua sisa sisa..

Kalau saja tidak ada DIA dalam hatimu sebelumnya,
Kalau saja ada yang namanya Jaket Anti Lara,

Kalau saja aku adalah cinta pertamamu

Kalau saja mandi bisa membasuh dosa,
Kalau saja tidur bisa mereparasi luka,

Kalau saja semua rasa itu untukku,

Kalau saja….

Aku sempurna untukmu

kalau saja aku bisa membuatmu tersenyum bahagia

kalau saja aku tidak seperti ini

kalau saja..

cerita cintamu semua untukq

c


Selasa, 28 Juli 2009

Rasa Yang Terucapkan

Maaf bila terlalu berharap lebih pada cintamu

Maaf bila tak seperti yang diinginkan

Maaf bila semua rasa ini untukmu

Maaf bila tak sempurna dihatimu

Maaf bila terlalu mencintaimu,

Karena aku ingin…

Menjadi wanita terakhir yang dibanggakan setelah ibumu

Menjadi tempat pelabuhan terakhir cintamu

Mencintaimu dengan setiap denyut nadiku

Menjadi pelengkap dari kekuranganmu

Memberi kenyamanan bagimu

Menyenangkan hari-harimu

Menjadi penyejuk hatimu

Percayalah…

kamu adalah jiwaku

matahari ku

bagian dari hidupku

aku tidak bisa hidup tanpamu

HIDUP TAK SEINDAH YANG terBAYANGKAN


Sabtu 6 juni 2009, dalam terik sang Surya saya dan rombongan mahasiswa/mahasiswi Sanata Dharma yang beranggotakan 9 orang akan berangkat menuju panti Asuhan putra santa maria Boro. Tempat yang sebelumnya tidak ada dalam bayangan saya sama sekali, tetapi mulai saat ini tempat itu akan menjadi bagian dalam keseharian saya hingga 23 juni mendatang. Panasnya siang ini tidak mengurangi semangat saya dan teman-teman untuk berangkat. masing-masing membawa barang-barang perlengkapan yang diperlukan selama kurang lebih 17 hari. Tepat jam 13.57 kami tiba di Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro. kedatangan saya dan teman-teman disambut ramah oleh keluarga besar Panti Asuhan dan karyawan, salah satunya adalah pak Yono. Beliau dulunya juga bagian dari panti ini, yang sekarang mengabdi diPanti sebagai karyawan.

Sungguh pengalaman dan pelajaran yang tidak dapat saya lupakan dalam hidup saya. Selama berada ditempat ini tepatnya Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro. Disini saya melihat dan merasakan bagaimana kehidupan yang dialami oleh anak-anak panti. anak-anak yang harusnya masih dalam dekapan orang tua dan juga memperoleh kasih sayang selayaknya dari orang tua beserta keluarga mereka. Tetapi yang saya lihat disini sangat bertolak belakang sekali. Bayangkan saja anak yang masih TK dan SD sudah bisa berdikari sendiri. Mereka harus makan sendiri tanpa harus ditemani orang tua, mencuci piring dan pakaian serta tidur dan belajar tanpa bimbingan kedua orang tuanya. dihari pertama saya dan teman-teman berada ditempat ini, ketika akan makan malam bersama mereka. saya tidak bisa menahan kesedihan melihat mereka membuka makan dengan doa dan makan dengan lahap sekali, padahal bagi saya makan malam ini sangat sederhana jika dibandingkan dengan apa yang saya makan diluar sana. terlintas dalam benak saya, adik-adik saya yang masih seusia dengan mereka seandainya adik saya berkerja seperti mereka. Tetapi dalam hati saya sangat bersyukur sekali karena masih mempunyai orang tua dan keluarga yang peduli dengan saya, meskipun kami hidup dalam serba kesederhanaan. Saya rasa inilah suatu pelajaran berharga bagi saya dan juga teman-teman agar lebih menghargai hidup dan mensyukurinya. Bersama mereka saya akan belajar bagaimana menikmati segala sesuatu yang saya miliki saat ini. Selama bersama dengan mereka, Suatu kebahagiaan terbesar ketika saya melihat senyum dan tawa yang menghiasi hari-hari saya dan teman-teman, sehingga dalam waktu yang singkat saya dapat akrab dengan mereka dan bersama mereka saya merasa bisa mengurangi kerinduan pada adik-adik saya dirumah.

Di Panti Asuhan ini saya belajar hidup yang lebih sederhana lagi, saya menjadi lebih sabar dalam menghadapi kehidupan nyata. Apalagi disini saya dituntut untuk menjadi orang yang bisa mengurus anak-anak yang membutuhkan bimbingan baik dalam belajar maupun dalam kesehariannya. Sekalipun selama dalam pengabdian saya dan teman-teman sering terjadi perlisihan pendapat yang kadang membuat kami tidak sejalan. Tetapi dengan adanya perselisihan tersebut kita dapat belajar agar bisa memahami orang lain dan lebih menghargai keputusan bersama dalam kelompok.

Harapan saya semoga kebersamaan yang sempat terjalin, baik dengan pengurus Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro, juga dengan anak-anak Panti Asuhan yang sempat menjadi bagian dalam hidup kami serta kebersamaan antara kami anggota pengabdian yang telah mengalami suka-duka selama menjalankan tugas kami di Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro tetap berlangsung baik

Teman-temanku Sukses selalu buat kita semua, semoga apa yang kita peroleh selama pengabdian dapat kita praktekkan dan kita kembangkan dalam hidup sehari-hari.

Ini adalah lagu yang menjadi ungkapan hati mereka dan bagi saya ianya sangat menyentuh hati. Apalagi ketika mereka melantunkannya saat akan berpisah dengan kami.

Balada Anak Panti

Coba dengar dan coba renungkan

Suara kecil dari panti asuhan

Bocah-bocah derita yang terlahir merana

Bahkan tak tahu siapa ayah bunda


Hanya satu yang didambakannya

Kasih sayang dari ayah dan bunda

Dalam canda dan tawa ada segumpal cinta

Bahkan senyum berganti tangisan

Reff:

Ibu tiada

Ayah tak punya

Hanya air mata yang ada

Datang-datanglah ayah dan bunda

Kami rindu belai kasih sayang













































Selasa, 28 April 2009


Setiap detik ku menanti hingga saatnya bertemu diri mu lagi,

menit demi menit hilang ku lalui
tiada tenang…
hati ini gelisah hati ini resah
menanti esok hari,
menanti datangnya pagi. Perjumpaan denganmu
selalu ku tunggu, bila bukan cinta,
mengapa sepenuh hatiku menyimpan dirimu.
Bila bukan sayang, mengapa hari-hariku
tak lengkap tanpa kata-kata dari mu
bila bukan rindu, mengapa mataku
selalu mencari kemana bayang mu pergi
dan telinga ku mencuri suara mu
bila bukan kasih, mengapa
selalu ada maaf
dihatiku...


Rabu, 01 April 2009

Akhirnya kelar juga


Siang itu aku mendapat tugas dari salah satu dosenku yang pada matakuliah sebelumnya tidak ada tugas kelompok membuat makalah, karena system pengajaran dosen yang satu ini memang berbeda cara pengajarannya dengan dosen lain, disamping sudah berusia juga sie..., dia lebih menekankan pada tugas individu, keaktifan dan nilai UTS dan UAS.
Namun dengan adanya program dimana mahasiswa lebih ditekankan pada soffskil maka system pengajaran juga harus disesuaikan. Tetapi bukan masalaah system pengajaran yang saya bahas disini, aku juga binggung mau mulai dari mana? Karena Mungkin kedengaran lucu bagi pembaca (jika ada yang mau baca), namun untuk meredakaan kekesalan hati ini..eeeemmmnmm apa boleh dibuat… sebenarnya tugas tersebut telah diberikaan kurang lebih 1 minggu yang lalu dan hari berikutnya kita libur, oleh karena ini tugas kelompok, jadinya santai-santai saja pikirku kita akan ngerjain sama-sama. yaaa...namanya juga tugas kelompok!! Tiga hari sebelum persentasi, kita mau ngumpul diperpus " tempat favorit sewaktu ngerjain tugas " karena hanya diperpus suasananya tenang sekaligus terdapat media WS yang dapat digunakan untuk nyari bahan di internet.
Disini aku tergolong salah satu yang terkadang banyak malasnya, apalagi kalau sakit kepalaku kambuh aku pastinya tidak kuat ngapa-nggapain..tambah malas dech.. aku sadar akan keterbatasan itu, jadi biasanya aku satu kelompok sama orang yang selalu mengingatkan aku, terkecuali jika tugas individu hari-hari sebelumnya harus berusaha diselesaikan " bisa hilang juga malasnya", karena kalau tidak dikerjakan bisa2 juara bertahan terus dech.. kembali pada tugas tadi, 1 hari sebelum persentasi tugas tersebut belum dikerjakan. Ditambah hari itu aku harus kuliah dari pagi sampai sore. Kapan mau ngerjain lagi coba??hiks..hiks..
Tapi aku belum putus asa, selesai kuliah aku langsung ketempatsalah satu kakak tingkatku, menurutnya dia punya fotocofian bahan persentasi kami. Yang 3 hari sebelumnya aku sudahmenanyakan mengenai buku itu tapi karena tidak ada respons dari kakak itu. Saat kakak itu bilang bukunya adaaku sedikit lega, ya.. meskipun tidak bisa dikerjakan langsung tapi setidaknya sudah punya bahan. Tetapi nasib berkata lain setelah sampai ditempat kakak itu dan hampir 2 jam membongkar buku-buku lama, tetap saja tidak ketemu. Mana hari hampir menjelang malam. Pengen nangis, marah dan lelah sekali ditambah belum sempat makan. karena bahannya tidak ada aku pamitan pulang, pikirku lagi asal aku sudah berusaha.
Sekarang yang ada hanya pasrah dan berharap ada jalan keluarnya. Dalam perjalanan pulang kepalaku tiba-tiba sakit sekali, ini karna kampung tenggah belum diisi. Selesai makan dan mandi aku semangat lagi dan sementara masih ada waktu aku berangkat keperpus lagi untuk nyari di internet saja. Harapan itu pasti!!! Dalam hitungan jarum jam.. maksudnya sekitar 1 jam an, heee... akhirnnyaa aku dapat mengumpulkaan bahan makalah itu. beres dech… setelah tugas ini selesai, sepertinya hal yang menjengkelkan datang bertubi-tubi atau hati aku yang terlalu sensitif??..
siang itu selesai kuliah harus bermasalah dengan salah satu dosenku, sepele aja se.. padahal aku sudah tahu karakternya. saat ini suasana hati aku memang lagi kurang baik juga. menurutku wajarlah kalau ditegur dalam hal kuliah apalagi ketika kita berbuat salah. tapi kali ini aku tidak suka dengan caranya dan merasa tidak dihargai. tapi mau gimana dia lebih dibandingkan aku yang sekedar mahasiswanya dan mau tidak mau aku akan tetap ketemu dia dalam kuliah. tapi semoga dia menyadari kalau banyak dari tindakannya membuat orang kurang senang. sebab meskipun mahasiswa mengerti karakternya yang mood-moodtan tetapi terkadang mahasiswa juga manusia biasa" termaksuk aku" yang hidup tidak lepas dari masalah lain jadi tidak hanya mengerti dia saja.
Setelah kesal sama dosen tadi ada aja yang tidak mengenakkan hati, tapi yang ini kurang lebih sama ceritanya karena menyangkut tugas kelompok juga, tapi anggotanya lebih banyak dari yang tugas sebelumnya. tugas tersebut juga diberikan 1 minggu sebelumnya, tapi bedanya tugas ini pembagiannya per sub atau masing-masing mengerjakan satu pembahasan. dua hari sebelum dikumpulkan kita janjian ketemu untuk menyatukan jawaban yang diperoleh, tapi bukannya jawaban yang dikumpulkan malah buku tok, nyebelin ndak sich.. syukur aja ada salah satu temanku yang lumayan feer.
selesai kuliah kita ngumpulin bahannya. waduuhh banyak sekali dan kita juga sudah capek kuliah dari pagi. terpaksa kita lanjutin malam besoknya lagi karena siangnya kulliah full.dari kampus aku kekosnya, sekitar jam 6an. sambil menunggu temanku mandi dan makan aku menyusun bahan yang yang ada pikir kami asal selesai karena besok dikumpulkan. sewaktu sibuk mengerjakan tiba-tiba datang anggota kelompok yang lain. datang bukannya bantuin tapi malah bawa pacarnya segala... heee rada jeles juga kali ya. kan aku jadi tambah kangen sama pacarku.aaahh...bukan hanya itu mereka malah sibuk cari makan dan telponan. habis itu pamitan pulang bilangnya kos-kosan mau tutup segala. banyaklah alasan. sedang kan aku dan temankku yang satu tadi cuma mengelus dada ( cukup satu kali ). setelah selesai aku diantar pulang membawa kekesalan dihati.aku terkesan jahat juga, malah marah gak karuan ma orang. tapi inilah kehidupan memang tidak selamanya mengenakan hati. yang dibutuhkan hanya kesabaran namun terbatas pada konteks permasaahannya.
Bersambuuuuuuuuuug.....

Kamis, 12 Februari 2009



Bidai sebagai salah satu kerajinan tangan


untuk daerah kami sebutan bidai memang sudah tidak asing lagi. awalnya bidai hanya dikenal masyarakat setempat hanya sebagai alat menjemur padi. akan tetapi seiring berkembangnya, sehingga bidai menjadi hasil kerajinan masyarakat kami untuk mencari nafkah. hasil bersih dari penjualan bidai memang tidak seberapa, tetapi setidaknya masih bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga dalam krisis yang melanda.
hingga sekarang bidai sudah dikenal oleh banyak orang baik dalam daerah maupun luar daerah, bahkan bidai sangat diminati oleh masyarakat negara tetangga yakni malaysia. tetapi tidak sedikit juga daerah kita yang tidak mengenal bidai bahkan tidak mengerti cara pembuatannya yang sangat sederhana namun memerlukan tenaga dan ketelatenan serta kesabaran dalam gerak parang yang terbuat dari kayu belian't, orang kami menyebutnya "bae magak".
biasanya jika ada tamu yang berkunjung didaerah kami mereka tidak segan-segan untuk membeli bidai untuk dijadikan buah tangan, apalagi untuk bidai yang memiliki corak yang menarik bisa dijadikan alas atau permaidani diruang tamu.
pembuatan bidai ini mulai dikenal bahkan menjadi kerajinan masyarakat kami berlangsung kurang lebih 5 tahun hingga sekarang. jika awal mula beredarnya pembuatan bidai masyarakat mencari rotan dan tali dihutan, dengan ini tidak perlu mengeluarkan biaya karena semuanya tersedia dihutan dan tergantung kita rajin atau tidak.
namun sekarang rotan yang tersedia dihutan khususnya didaerah sekitar kami sudah hampir habis, sehingga tidak mencukupi kebutuhan dan permintaan pelanggan serta harus mengeluarkan biaya. dengan kata lain selain harus mengeluarkan tenaga dan uang untuk mengaji orang dalam proses pembuatannya, ditambah juga untuk membeli persediaan rotan agar tidak kekurangan. setahu saya, saat ini untuk memperoleh persediaan rotan kita harus membeli dari kal-teng, itupun jauh hari sebelumnya harus dipesan dulu, jika tidak demikian, kita tidak akan kebagian rotan. hal ini membuat pemasaran rotan juga menjadi salah satu usaha yang lancar dan tidak sedikit orang yang mulai beralih untuk menampung rotan untuk dijadikan usaha sampingan selain pembuatan bidai. namun tergantung dari bagus tidaknya rotan yang dipasarkan, untuk hal ini saya tidak bisa menjelaskan karena hanya pakar rotan saja yang mengetahui rotan mana yang pantas..


Dibalik musibah dan hikmah



hampir dua minggu tlah berlalu, dan pada saat itu kesehatanku sedang tidak memungkinkan untuk menikmati suasana diluar sana. menurutku hanya sakit biasa-biasa saja, apalagi dengan perubahan cuaca yang saat ini memang tidak baik, sehingga aku memutuskan untuk tidak berobat atau semacamnya dan membiarkan sakit itu sembuh dengan sendirinya.
puji Tuhan akhirnya sembuh juga. tetapi bukan masalah sakit yang menjadi permasalahanku saat itu. sekitar jam 08.00 aku ditelpon ayah dengan gerak yang malas-malasan karena takut ketahuan sakit. hp yang terus berdering aku biarkan sejenak, namun kerena hp tetap saja berdering, akhirnya kuangkat. kemungkinan ada hal yang penting pikirku lagi!! belum sempat aku mengatakan halo.. ayahku langsung memulai dengan mengatakan " ada berita buruk mid" dilanjutkan dengan nada yang terdengar rendah, "gudang kita dibongkar orang dan semua bidai dibawa kabur".
mendengar kata ayah aku hampir tidak berbicara sepatah katapun, yang ada dalam pikiranku hanya bayangan wajah orang tuaku dan keluarga dirumah. terutama wajah ibu, pasti ibu sedih sekali. apa yang harus aku lakukukan agar ibu bisa tenang dan mau dari mana aku harus memulai menanyakan berita itu kepada ibu. pertanyaan itu terus saja mengangguku, sampai-sampai aku tidak lagi mendengarkan kata ayah sehigga ayah mematikan telpon karena saat itu ayah ada urusan dipontianak. aku langsung menghubungi ibu tetapi hpnya tidak aktif. semakin kacaulah pikiranku dan orang yang bisa membuat aku tenang hanya abangku, tapi aku tidak mau terus-terusan mengadu setiap hal pada abang, apalagi abang sudah terlalu sibuk dengan perkerjaannya. namun ibu tetap saja tidak bisa dihubungi, sehingga aku memutuskan untuk memberi tahu abang masalah ini. yang beberapa saat sebelumnya rada jengkel dengan sikapku karena tidak mau terus-terang akan masalahku. ya meskipun abang jauh, setidaknya hanya abang yang bisa membuat aku tenang dan semangat lagi.
aku harus kuat diantara orang tuaku, karena segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya, asal saja kita tidak pernah putus asa dalam mencari yang terbaik dan mengambil hikmah darinya. hanya saja, aku tidak habis pikir musibah silih berganti menimpa keluarga kami.
namun hal yang aku garis bawahi, "dalam setiap kejadian yang kami alami, meskipun sering kali terjadi jatuh bangun dalam usaha orang tuaku tidak pernah lelah untuk memulai usaha lagi yang hingga saat ini". tapi disaat semuanya mulai berkembang malah terjadi lagi musibah yang sangat tidak terbayangkan oleh kami, tetapi kami masih bersyukur karena waktu itu barang-barang tidak semuanya tersimpan didalam gudang sehingga masih ada yang tersisa dirumah, sebab ada terang dibalik kegelapan sana.