Jumat, 12 September 2008

untukmu bunda

Bunda..
Tanpamu siapalah Ia?
meskipun ia tidak tahu..terlintas dalam benaknya
akan kehadiran nya?
yang ia tahu segalanya diberikan untuknya
kecuali...kasih seorang ayah..

sejak dalam kandungan dirasakan hadirmu
dan ketika saatnya tiba, ia temukan persinggahan itu
dengan pertarungkan nyawa melahirkan nya

pada saat pertama membuka mata ia lihat parasmu
kegelapanpun sirna dan ia temukan kasihmu
sebuah isak tanggis ia persembahkan bagimu
hanya itu yang bisa ia lakukan untukmu

Ia yang hanya ber selimutkan darah dari kasihmu
seketika dibalut dengan sepotong kain bersih
lambang kesucian cintamu
yang telah dipersiapkan jauh sebelum kehadirannya
segalanya..ya..segalanya..

terlihat senyum itu
meskipun hanya dalam samar
senyum yang memberikan kenyamanan
terdengar suara itu
suara yang sebelumnya hanya terdengar
dari kejauhan

rintik hujan menyambutnya menuju dunia baru
suara gemuruh sang guntur ikut menyapa
memberikan ia segala sesuatu, yang ia tak punya
memberikan anugrah terindah baginya

masa kecilnya dijadikan awal sebuah cerita
ketika hanya ada kita yang menjalaninya
dekapanmu memberikan kehangatan pada jiwa
bujuk rayumu memberikan kedamaian pada hati yang renta
meskipun ia terkadang meronta
bunda selalu ada

Bunda..
belaiaan tanganmu masih hangat terasa
meskipun kini ia telah dewasa
saat-saat bahagia tak kan pernah terlupa
terima kasih bunda
kasihmu tiada terhingga

Tidak ada komentar: